Bapa Dharma Bakti, menikah dengan wanita anggun bernama Ibu Pertiwi.
Tapi, secara diam2, dia punya demenan seorang wanita hot ber-body
ndangdut. Sebagian gajinya dibocorkan untuk mbanjani demenannya itu.
Pendapatannya dipakai buat beli rumah untuk demenannya, blanja buat
perhiasan, tas, sepatu, pakaian, biaya listrik, air minum, jalan2,
nongkrong di cafe, piknik dll. Dia pun mulai pandai berbohong,
ber-lelamisan bahkan mengkhianati istrinya. Hari weton, foto wajah,
tanggal lahir, sirikan dan kareman serta rahasia2 pribadi istrinya,
dibocorkan suami, agar demenan itu berkesempatan menyanthet istrinya
dari segala penjuru. Tak seorangpun tahu kecurangan itu kecuali dirinya
dan istrinya, serta ibu2 arisan yang gigih mencarai bahan gusip. Tidak juga Pak Min tukang kebon, Yu Tum, Yu Mar dan Mbok
Raji para bedinde po neh Kang Toyib, si sopir.
Kepada dunia luar
dia tunjukkan secara artificial, sumpah setianya kepada sang istri.
Katanya : “Aku setia pada Ibu Pertiwi. Kelanggengan perkawinan kami
adalah harga mati.” Semua orang kagum, terharu dan ter-inspirasi oleh
ke-perwira-an suami ideal itu. Hanya Ibu Pertiwi herself yang merasa
ngenes, tapi tak berdaya. Betapa dia setiap saat menemukan kwitansi
pembelian dan pembayaran ini itu, yang bukan buat dirinya. Ticket
pesawat perjalanan tamasya, kwitansi nginep seminggu di resort eksotik
dst dst. Betapa dia juga sering menemukan pesan2 singkat mesra dari
suaminya ke seorang wanita atau sebaliknya. Komplit dengan “mmmuuah”.
Ibu Pertiwi sungguh bersusah hati. Kelanggengan perkawinannya
dirongrong oleh sang suami. Hatinya mulai ragu, apakah kelanggengan
perkawinan adalah sebuah harga mati, ataukah merupakan hasil perhitungan
untung rugi transaksional ? Demi keselamatan nasibnya, nafkahnya dan
biaya pendidikan anak2nya? Ber amr makruf nahi mungkar pada suami hanya
mampu dilakukan dengan cara bertidak-bersetuju dalam hati. Ucapan
nasehat apalagi action nyata, sudah tak brani dilakukannya lagi.
Posisinya sudah terlalu terpinggir. Doa2 yang kian rajin dilantunkan,
pengajian demi pengajian yang dihadirinya, makin mempertegas kelemahan
imannya.
Di luar sana, teman dekat Ibu Pertiwi, ibu2 se arisan
mulai ber empati. Mereka menganjurkan Ibu Pertiwi untuk mengajukan
tuntutan ke suami, bhawa seorang isteri yang ndak semestinya dibuat
mainan sahaja. Bila tuntutan tak digubris, ada hak buat bikin rumah
tangga baru yang lebih ayem tentrem. Sementara itu, pasukan Bodrex yang
lugu, Pak Min, Yu Tum, Yu Mar dan Mbok Raji serta Kang Toyib, dengan
gagah perwira, berikrar, bahkan bawa poster keliling kampung :
“Kelanggengan perkawinan kedua Bendara kami adalah harga mati. Jangan
kalian, hee para ekstrimis penghasut, cuba2 banyak bacut buat
mengusiknya.” Warga kampung yang lebih ndak mudeng akan jeroan keluarga
itu, malah ikut2an menangis terharu sambil ramai bertepuk tangan tanda
setuju.
Sementara gue, sebagai tukang rosok yang suka ider di
dekat rumah keluarga itu, tetep ngeman perkawinan mereka. Sayang setan2
penghuni hati bapa Dharma Bakti, malah dilestarikan dengan berbagai
ritual sihir hitam para dukun yang kini berpolitik. Mungkin sudah
saatnya Njeng Sunan Kalijaga himself, yang gemar tapa lelana brata,
jajah praja, milang kori, menyambung rasa, heart to heart, door to door,
turun tangan. Bukan sunan2 tiruan makelar politik. Bukan pula
ruhaniawan oportunis bayaran, ulama dunia yang papan kayu pelem-pun tak
sudi jadi peti matinya..
Bapa Dharma Bhakti perlu diruwat, agar
kebesaran mahluk di hatinya, digantikan oleh kebesaran Gusti Allah, Sang
Hyang Guru Jagad Nata Saha Sejati. Dengan cara itu segala macem res2,
rereged, energy negatip dan kesialan yang selama ini diberi kursi nyaman
dihatinya, bisa dikeluarkan lalu dikembalikan ke alamnya masing2 dengan
sukarela dan tanpa tukon yang ber-darah2.
Bila itu semua udah dilakuken, bulehlah kita semua buka bacut : "NKRI eh Kelanggengan Perkawinan adalah harga mati !"
Rabu, 03 Mei 2017
JODOH YANG MEN-SUWARGA-KAN
Mas A adalah seorang pemuda sehat, 40 tahun, gagah, tampan, sudah
punya bisnis mapan yang menjadi asbab rejekinya cukup mantab. Tapi belum
menikah.
Mbak B adalah seorang wanita karier yang cantik, berbody guitar espanyola, kulitnya putiih haluus lumer, umurnya juga menjelang 40 tahun. Nasabnya baik, pinter, prigel dan berkelakuan baik. Sayang, jodohnya belum datang.
Mbak B adalah seorang wanita karier yang cantik, berbody guitar espanyola, kulitnya putiih haluus lumer, umurnya juga menjelang 40 tahun. Nasabnya baik, pinter, prigel dan berkelakuan baik. Sayang, jodohnya belum datang.
Dalam wawancara terpisah, tentang kenapa masih melajang, baik Mas A
maupun Mbak B, memberikan jawaban sama. Kata mereka : "Aku mencari jodoh
dunia akherat. Pasangan hidup yang bisa men-suwarga-kan aku."
Seperti apa jodoh impian Mas A ? Wanita, cantik, lembut, bahenol, setia, penyabar, bisa menerima kekurangannya, tak banyak menuntut lagi soleha ? Kayak apa pulak jodoh impian Mbak B ? Pria muda, dewasa, mapan kariernya, tegar pendiriannya, mengayomi, sempulur rejekinya, njuk bagus mirip Arjuna lagi soleh imannya ?
Sedherek kinasih, dalam sebuah kisah diceritakan ttg suami isteri calon penghuni suwarga. Yang lanang cacat, jelek, item, rejekinya seret dan ngentutan. Yang wadon cuantik, putih, mulus, bahenol, keturunan bangsawan, setia, sabar, soleha dll dll dll.
Yang lanang masuk syurga gara2 tiap detik dia bersyukur. Pikirnya : "Engatase, seekor aku kok ya diparingi istri ideal. Jaan Tuhan Maha Apikan." Yang wadon masuk surga dgn predikat summa cum lauda, gara2 tiap hari dia bersabar atas anugerah musibah yang dijatahkan padanya.
Sayang, belum ada seorangpun diantara sohib2 sutrisna yang kersa menceritakan kisah ini pada Mas A dan Mbak B. Padahal waktu terus berjalan. Eman2 nek keduanya beranjak tua, njur ngerti2 wis kadung sayup.
Seperti apa jodoh impian Mas A ? Wanita, cantik, lembut, bahenol, setia, penyabar, bisa menerima kekurangannya, tak banyak menuntut lagi soleha ? Kayak apa pulak jodoh impian Mbak B ? Pria muda, dewasa, mapan kariernya, tegar pendiriannya, mengayomi, sempulur rejekinya, njuk bagus mirip Arjuna lagi soleh imannya ?
Sedherek kinasih, dalam sebuah kisah diceritakan ttg suami isteri calon penghuni suwarga. Yang lanang cacat, jelek, item, rejekinya seret dan ngentutan. Yang wadon cuantik, putih, mulus, bahenol, keturunan bangsawan, setia, sabar, soleha dll dll dll.
Yang lanang masuk syurga gara2 tiap detik dia bersyukur. Pikirnya : "Engatase, seekor aku kok ya diparingi istri ideal. Jaan Tuhan Maha Apikan." Yang wadon masuk surga dgn predikat summa cum lauda, gara2 tiap hari dia bersabar atas anugerah musibah yang dijatahkan padanya.
Sayang, belum ada seorangpun diantara sohib2 sutrisna yang kersa menceritakan kisah ini pada Mas A dan Mbak B. Padahal waktu terus berjalan. Eman2 nek keduanya beranjak tua, njur ngerti2 wis kadung sayup.
MENYELINGKUHI PACAR
Mas Joko punya pacar namanya mBak Siti. Tiap Rebo dan Setu Sore dia rajin apel dan selalu on time. Para tetangga memuji ke-konsekwen-annya. Pemuda istimewa yang setia. Tapiii, sebetulnya bulehnya dia rajin dan on time, ada sebabnya. Tiap rebo, sebelum apel, dia mampir ke satu warung pecel deket rumah pacarnya. Mbok Randa Dhadhapan, yg konon adalah owner of the warung punya putri cuantik. Namanya mBak Nani. Beli pecel sembari guyon parikena barang 30 menit dgn mBak Nani, bener2 bikin dadanya bergemuruh penuh gairah.
Njuk tiap setu bakda asar, sebelum apel dia mampir ke warnet, se RW dgn
rumah pacar. Penjaga warnet ini seorang mahasiswi yang lembut wajah dan
budi bahasanya. Namanya mBak Hanny. Nge-net sembari menggombal Mbak
Hanny, bikin hatinya adem. Dia suka mengkhayal, suk tembe mburine, nek
udah umah2, akan pinik dgn istri dan anak2nya. Cilakaknya, wajah istri
dalam khayalannya itu kok ya Mbak Hanny.
Mas Joko telah menyelingkuhi kekasihnya, walau blum ke level ihik2. Bagaimana dgn mBak Siti. Jebul dia tahu semua ulah kenakalan kekasihnya. Tapi dia diam saja. Pintu ma'af selalu ada buat Mas Joko. Warung pecel dan warnet itu dia yang punya. Mbok Randa Dhadhapan dan mBak Hanny itu karyawatinya. Mereka berdua yang melaporkan kelakuan usil Mas Joko.
Para sedherek kinasih dan jemiwit, mungkin begitu pula kelemah-lembutan Tuan Allah. Bahkan jauh melebihi. Kita menyelingkuhi-Nya dengan banyak hal. Dengan makhluk2 (ciptaan2) Nya. Tapi Beliau, Tuan Allah tetep saja semanak dalam menerima apel kita.
Padahal hal2 itu, tuan2 tiruan yang kita tuan-kan itu, semua ber-tuan-kan Tuan Allah semata.
Tabik.
Mas Joko telah menyelingkuhi kekasihnya, walau blum ke level ihik2. Bagaimana dgn mBak Siti. Jebul dia tahu semua ulah kenakalan kekasihnya. Tapi dia diam saja. Pintu ma'af selalu ada buat Mas Joko. Warung pecel dan warnet itu dia yang punya. Mbok Randa Dhadhapan dan mBak Hanny itu karyawatinya. Mereka berdua yang melaporkan kelakuan usil Mas Joko.
Para sedherek kinasih dan jemiwit, mungkin begitu pula kelemah-lembutan Tuan Allah. Bahkan jauh melebihi. Kita menyelingkuhi-Nya dengan banyak hal. Dengan makhluk2 (ciptaan2) Nya. Tapi Beliau, Tuan Allah tetep saja semanak dalam menerima apel kita.
Padahal hal2 itu, tuan2 tiruan yang kita tuan-kan itu, semua ber-tuan-kan Tuan Allah semata.
Tabik.
Rabu, 31 Agustus 2016
PANGERAN HANDAYANINGRAT ATAU KI AGENG PENGGING SEPUH, GURUNYA MAHESA JENAR
Kerajaan Demak pada waktu itu, terjadi perebutan pengaruh antara
Wali pendukung kerajaan Demak dengan Syeh Siti Jenar. Pertentangan itu
sedemikian meruncingnya sehingga terpaksa diselesaikan dengan
pertumpahan darah. Syeh Siti Jenar dilenyapkan, disusul dengan
terbunuhnya Ki Kebo Kenanga yang juga disebut Ki Ageng Pengging. Ki Kebo
Kenanga ini meninggalkan seorang putra bernama Mas Karebet. Karena dibesarkan oleh Nyai Ageng Tingkir, kemudian Mas Karebet juga disebut Jaka Tingkir.
Pada masa yang demikian, tersebutlah seorang saudara muda seperguruan dari Ki Ageng Pengging yang bernama Mahesa Jenar. Telah bertahun-tahun Mahesa Jenar mengabdikan dirinya kepada Negara sebagai seorang prajurit. Tetapi karena masalah perbedaan ajaran tentang kepercayaan, yang telah menimbulkan beberapa korban, ia terpaksa mengundurkan diri, meskipun kesetiannya kepada Demak tidak juga susut.
Mahesa Jenar adalah bekas seorang prajurit pilihan, pengawal raja. Ia bertubuh tegap kekar, berdada bidang.
Sepasang tangannya amat kokoh, begitu mahir Mempermain kan segala macam senjata, bahkan benda apapun yang dipegangnya.
Sepasang matanya yang dalam memancar dengan tajam sebagai pernyataan keteguhan hatinya, tetapi keseluruhan wajahnya tampak bening dan lembut. Mahesa Jenar adalah bekas prajurit pengawal raja, dan ia adalah murid Pangeran Handayaningrat yang juga disebut Ki Ageng Pengging Sepuh.
Kini, kita dapat menemui makan Ki Ageng Pengging Sepuh, Ki Kebo Kenanga alias Ki Ageng Pengging dan Ki Kebo Kanigara, di kawasan Kota Pusaka Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.
SMOKERS WILL FIND THE WAY
Negara kita itu suburnya mintak ampun. Lha wong suket saja sempat
tumbuh di jalan aspal hotmik. Ada kopi dataran tinggi yang mampu berbuah
di dekat pucuk Gunung Sumbing pada ketinggian diatas 1.000 m dpl, njur
ada pula kopi dataran rendah yang buahnya amat eksotis di ketinggian
600-800 m dpl di sekitar ngGrabag. Taneman mbako pun begitu. Bisa tumbuh
baik di Kledung, Parakan yang full AC, tapi juga subur di seputar
mBoyolali dan Muntilan yang suhunya anget. Di tanem dalam pot di halaman rumah ya bisa tumbuh.
Saat ini ada wacana menaikkan harga rokok jadi 50 gelo dipakai buat menyetop para perokok. Ini bahan kampanye pencitraan yang amat cerdas, lagi multi guna. Di satu sisi kampanye dengan tema kesihatan umum, amat produktif buat menarik simpati rakyat. Di sisi lain juga menguntungken bagi home industri rokok, karena rokok tingwe (nglinthing dewe) bakalan dapet peluang emas.
Bila harga rokok naik, maka alasan Pemerintah makin kuat. Selain bisa menggerogoti paru2 dan darah, rokok juga mampu menjebol dompet. Ibu-ibu bakal kelimpungan karena jatah blanja berkurang blanja, lalu gantian memboikot jatah bapak-bapak.
Mbako rokok tingwe ber-saos aneka rasa yang sejak lama dijual bebas di pasar Muntilan akan laku keras. You bisa beli mbako dgn rasa Gudang Garem, Djarum Super, Ji Sam Soe, Sampoerna, Bentoel dll. Harganya super murah. Belum lagi alat pelinting rokok manual berbahan kayu lokal ber-disain amat simpel. Jutaan alat pelinting akan diproduksi rakyat dengan economic multilyer effect yang dahsyat. Para perokok tetep akan menemuken jalan buat ngrokok dengan murah.
Tapi waspadalah. Wacana harga rokok mau naik itu sepintas bagus buat home industri rokok. Cumak bahayanya, sebentar lagi produsen rokok besar yang terancam turun omzetnya, bakalan masuk ke pangsa pangsa klas embek yang amat prospektif. Mereka bisa bikin alat pelinting rokok pabrikan semi otomatis yg elok, saos mbako berwadah botol semprotan atau mbako ber-saus. Produsen besar bisa makin intens meng-intervensi pasar rakyat. Petani tembakau dan produsen rokok rahayat, sebagaimana biasa, bakalan forever tergusur di tempat yang paling pojok.
Saat ini ada wacana menaikkan harga rokok jadi 50 gelo dipakai buat menyetop para perokok. Ini bahan kampanye pencitraan yang amat cerdas, lagi multi guna. Di satu sisi kampanye dengan tema kesihatan umum, amat produktif buat menarik simpati rakyat. Di sisi lain juga menguntungken bagi home industri rokok, karena rokok tingwe (nglinthing dewe) bakalan dapet peluang emas.
Bila harga rokok naik, maka alasan Pemerintah makin kuat. Selain bisa menggerogoti paru2 dan darah, rokok juga mampu menjebol dompet. Ibu-ibu bakal kelimpungan karena jatah blanja berkurang blanja, lalu gantian memboikot jatah bapak-bapak.
Mbako rokok tingwe ber-saos aneka rasa yang sejak lama dijual bebas di pasar Muntilan akan laku keras. You bisa beli mbako dgn rasa Gudang Garem, Djarum Super, Ji Sam Soe, Sampoerna, Bentoel dll. Harganya super murah. Belum lagi alat pelinting rokok manual berbahan kayu lokal ber-disain amat simpel. Jutaan alat pelinting akan diproduksi rakyat dengan economic multilyer effect yang dahsyat. Para perokok tetep akan menemuken jalan buat ngrokok dengan murah.
Tapi waspadalah. Wacana harga rokok mau naik itu sepintas bagus buat home industri rokok. Cumak bahayanya, sebentar lagi produsen rokok besar yang terancam turun omzetnya, bakalan masuk ke pangsa pangsa klas embek yang amat prospektif. Mereka bisa bikin alat pelinting rokok pabrikan semi otomatis yg elok, saos mbako berwadah botol semprotan atau mbako ber-saus. Produsen besar bisa makin intens meng-intervensi pasar rakyat. Petani tembakau dan produsen rokok rahayat, sebagaimana biasa, bakalan forever tergusur di tempat yang paling pojok.
JANGAN LIWAT PULISI, YA TUHAAAN
Bang Sapto adalah seorang yang relijius, jujur dan lugu. Iman dan
yakinnya amat kental. Satu hari, dia menulis surat buat Tuhan, mohon
diparingi duit yang penuh keberkahan. Diambilnya secarik kertas, lalu
dia tulis SURAT KEPADA TUHAN. Isinya mengabarkan kesyukuran atas
karunia kesehatan, kebahagiaan dan hidup yang menyenangkan. Diakhir
surat dia memohon diberi duit barang Rp.500.000,- buat mbayar SPP
anak2nya. Surat dilipat rapi, dimasukkan ampelop. Tak lupa dibubuhkan perangko secukupnya. Lalu surat dimasukkannya ke bis surat.
Ndilalah kersaning Allah, tanpa disadarinya, bolehnya dia memasukkan
surat rada menceng. Setelah dia pergi, angin bertiup amat kencang, lalu
suratnya lepas dari gigitan bolongan bis surat. Lepas dan
melayang-layang tertiup angin, lalu jatuh di depan sebuah pos pulisi di
tepi jalan.
Adalah Briptu Rudy yang kemudian mak jegagik menemukan surat itu setelah menolong nenek2 buat nyebrang jalan. Lalu diambilnya surat itu dan diduduhkannya kepada 3 orang rekannya. Katanya : “Teman2, ini ada surat yang lucu. Mosok ada orang nulis surat buat Tuhan. Lucu, ya ? Mari kita buka”
Singkat kata, surat itu dibuka. Mereka terharu setelah membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat. Aura relijius Bang Sapto benar2 terpateri dalam setiap goresan ballpoint. Ketulusan dan kesungguhannya, menggedor-gedor hati para pulisi. Dengan mata berlinang, Briptu Rudy berkata serak : “ Mari kita urunan untuk membantu memenuhi kebutuhan saudara kita yang bernama Pak Sapto. Sepagi dan siang ini kalian sudah dapat duit cegatan tilang berapa, mohon dikumpulkan.” Lalu Briptu Rudy dan ke tiga rekanan urunan sehingga terkumpul duit sebanyak Rp.400.000,- Uang dimasukkan dalam ampelop (jangan kuaitir di pos banyak ampelop yang belum ditulisi) lalu diberi alamat tujuan KEPADA PAK SAPTO. Njuk di bagian belakang ampelop ditulisi SIP (maksudnya si pengirim) TUHAN.
Kemudian surat itu diantarkannya ke rumah Bang Sapto. Kebetulan ybs sedang thenguk2 di teras rumah sambil mbaca koran edisi kemarin. Setelah uluk salam dan berbasa-basi sejenak, Briptu Rudy menyampaikan SURAT DARI TUHAN, kemudian pamitan mohon diri. Soeda barang temtoe Bang Sapto amat bersoeka tjita. Bila tak ingat oesia, terboleh djadi dia soeda melontjat-lontjat karena girang gumbira.
Sepeninggal Briptu Rudy, Bang Sapto sigra membuka surat itu. Waaow isinya lembaran2 merah, duit seratus ribuan. Tapi, lho kok cuma empat lembar ? Kemana yang selembar ? Spontan terbayang di matanya sosok Briptu Rudy. Kacamata hitamnya, suara baritonnya dan ……. seragamnya. Ya, seragamnya adalah uniform pulisi. Oooo .. ini to sebabnya, mengapa duit yang seharusnya lima lembar cuma ada empat lembar.
Lalu Bang Sapto berdoa lagi. Mengucapkan kesyukuran atas karunia kesehatan, kebahagiaan dan hidup yang menyenangkan. Diakhir surat doa memohon kepada Tuhan : “Yaa Tuhan mohon ngenjang malih anggenipun maringi arto, mbok langsung kemawon. Mboten usah liwat pulisi.”
Adalah Briptu Rudy yang kemudian mak jegagik menemukan surat itu setelah menolong nenek2 buat nyebrang jalan. Lalu diambilnya surat itu dan diduduhkannya kepada 3 orang rekannya. Katanya : “Teman2, ini ada surat yang lucu. Mosok ada orang nulis surat buat Tuhan. Lucu, ya ? Mari kita buka”
Singkat kata, surat itu dibuka. Mereka terharu setelah membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat. Aura relijius Bang Sapto benar2 terpateri dalam setiap goresan ballpoint. Ketulusan dan kesungguhannya, menggedor-gedor hati para pulisi. Dengan mata berlinang, Briptu Rudy berkata serak : “ Mari kita urunan untuk membantu memenuhi kebutuhan saudara kita yang bernama Pak Sapto. Sepagi dan siang ini kalian sudah dapat duit cegatan tilang berapa, mohon dikumpulkan.” Lalu Briptu Rudy dan ke tiga rekanan urunan sehingga terkumpul duit sebanyak Rp.400.000,- Uang dimasukkan dalam ampelop (jangan kuaitir di pos banyak ampelop yang belum ditulisi) lalu diberi alamat tujuan KEPADA PAK SAPTO. Njuk di bagian belakang ampelop ditulisi SIP (maksudnya si pengirim) TUHAN.
Kemudian surat itu diantarkannya ke rumah Bang Sapto. Kebetulan ybs sedang thenguk2 di teras rumah sambil mbaca koran edisi kemarin. Setelah uluk salam dan berbasa-basi sejenak, Briptu Rudy menyampaikan SURAT DARI TUHAN, kemudian pamitan mohon diri. Soeda barang temtoe Bang Sapto amat bersoeka tjita. Bila tak ingat oesia, terboleh djadi dia soeda melontjat-lontjat karena girang gumbira.
Sepeninggal Briptu Rudy, Bang Sapto sigra membuka surat itu. Waaow isinya lembaran2 merah, duit seratus ribuan. Tapi, lho kok cuma empat lembar ? Kemana yang selembar ? Spontan terbayang di matanya sosok Briptu Rudy. Kacamata hitamnya, suara baritonnya dan ……. seragamnya. Ya, seragamnya adalah uniform pulisi. Oooo .. ini to sebabnya, mengapa duit yang seharusnya lima lembar cuma ada empat lembar.
Lalu Bang Sapto berdoa lagi. Mengucapkan kesyukuran atas karunia kesehatan, kebahagiaan dan hidup yang menyenangkan. Diakhir surat doa memohon kepada Tuhan : “Yaa Tuhan mohon ngenjang malih anggenipun maringi arto, mbok langsung kemawon. Mboten usah liwat pulisi.”
NGAJI SETU SORE, MISTERI JATI DIRI NABI DZULKIFLI
Penganut agama Yahudi ndak nganggep Isa as apa lagi Muhammad SAW
sebagai nabi. Kalau iya maka mestinya mereka sudah harus menganut agama
Kristiani atau malah bablas jadi muslim. The Old Testament must be
revised because udah out of date. Udah terbit edisi yang lebh baru yaitu
The New Testament (The Bible). Bahkan sudah ada pula edisi terbaru yang
di release pada tahun 600-an, yaitu The Last Testament (al Qur'an).
Angel to ?
Penganut agama Kristiani mengakui bahwa Musa as adalah nabi, tapi lebih suka menganggap Isa as sebagai Tuhan. Jadi, manutnya lebih banyak kepada Yesus Kristus daripada Nabi Musa as yg hukum2nya bukannya dibuang tapi digenapi sama Yesus Kristus. Njuk Muhammad SAW babar blas ndak dianggep nabi. Sebab kalau mengakui ke-nabi-an Muhammad SAW, pedehel Beliau membawa The Last Testament (al Qur'an), maka ...... Angel to ?
Islam, mengakui, bahkan mewajibkan penganutnya untuk meng-imani, bahwa Adam as, Nuh as, Abraham as, Ya'cub as (Israel as), Daud as, Solomon as, Moses as, Solomon as, Isa as (Yesus Kristus), Muhammad SAW dll termangsuk Dzulkifli (Dzal Kifl = pemilik kota) adalah nabi2 utusan Allah yang membawa pesan dari Pencipta Alam Semesta.
Di dalem al Qur'an tertulis dgn jelas, bahwa umat Yahudi, kaum Nashara, Muslim bahkan kaum SABI'UN, asal mereka : 1). Meng-imani Tuhan Yang Maha Esa (bener arah tujuannya) dan 2). Hari kiamat atawa Hari Kebangkitan, yaitu kita bakal diadili sama Gusti Allah. Percaya pada Hari Kebangkitan bikin kita orang lurus jalan hidupnya seumur hidup. Maka mereka yang ikut 2 pringsip tadi ndak perlu kuatir dan bersedih.
Njuk siapa-kah Dzal (pemilik) Kifl (kota) itu ? Beberapa ulama besar menduga dialah pemilik kota Kapilavastu, Sang Guru Agung, Siddharta Gautama, abdi dari "Tuhan Yang Tak Tergambarkan". Demikianlah umat Buddha menyebut Tuhan-nya. Umat buddha itulah yang menurut jumhur ulama paling memper dan diduga paling pas diberi nama kesayangan sebagai kaum Sabi'un. Tapi beberapa ulama ada yang punya pendapat yang lebih luas. Bahwa Kaum Sabi'un, boleh jadi adalah penganut agama2 yang ada di luar Yahudi, Nashara, Islam dan Buddha. Boleh jadi Hindu, agama Jawa, agama kalimantan, agama Afrika termasuk juga kaum Sabi'un. Allahu a'lam (hanya Allah yang tahu).
Jadi surga bukan monopoli muslim. Bahkan Islam adalah satu2nya agama yang MENJAMIN penganutnya PASTI masuk neraka, bila imannya bengkok dan kelakuannya mbencoleng. Mbuh sampeyan ponakannya Nabi, nak ndulur-e kyai besar, mereka semua ndak bisa jadi avalis. Intinya, ada 2 pringsip tadi, yaitu pertama, semua orang kudu bener arah tujuannya yaitu menuju Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, mlakune aja menceng, kudu bener pula jalan hidup (cara, laku, aturan, srengat) yang ditempuhnya. Itupun dilakoni seumur hidupnya. Nek gek lali njuk nyasar, ndang balio marang dalan sing bener.
Jadi, kita semua, para penganut agama2 adalah bersaudara. Abdi dari Tuhan Yang Satu. Semua berpeloang masuk sorga asal manut 2 pringsip. Ndak perlu rebutan bener. Dalami dan kritisi kitab suci-mu, temukan hakikatnya, lalu hiduplah manut petunjuk dalem kitab-mu.
Logis, ndak ?
Penganut agama Kristiani mengakui bahwa Musa as adalah nabi, tapi lebih suka menganggap Isa as sebagai Tuhan. Jadi, manutnya lebih banyak kepada Yesus Kristus daripada Nabi Musa as yg hukum2nya bukannya dibuang tapi digenapi sama Yesus Kristus. Njuk Muhammad SAW babar blas ndak dianggep nabi. Sebab kalau mengakui ke-nabi-an Muhammad SAW, pedehel Beliau membawa The Last Testament (al Qur'an), maka ...... Angel to ?
Islam, mengakui, bahkan mewajibkan penganutnya untuk meng-imani, bahwa Adam as, Nuh as, Abraham as, Ya'cub as (Israel as), Daud as, Solomon as, Moses as, Solomon as, Isa as (Yesus Kristus), Muhammad SAW dll termangsuk Dzulkifli (Dzal Kifl = pemilik kota) adalah nabi2 utusan Allah yang membawa pesan dari Pencipta Alam Semesta.
Di dalem al Qur'an tertulis dgn jelas, bahwa umat Yahudi, kaum Nashara, Muslim bahkan kaum SABI'UN, asal mereka : 1). Meng-imani Tuhan Yang Maha Esa (bener arah tujuannya) dan 2). Hari kiamat atawa Hari Kebangkitan, yaitu kita bakal diadili sama Gusti Allah. Percaya pada Hari Kebangkitan bikin kita orang lurus jalan hidupnya seumur hidup. Maka mereka yang ikut 2 pringsip tadi ndak perlu kuatir dan bersedih.
Njuk siapa-kah Dzal (pemilik) Kifl (kota) itu ? Beberapa ulama besar menduga dialah pemilik kota Kapilavastu, Sang Guru Agung, Siddharta Gautama, abdi dari "Tuhan Yang Tak Tergambarkan". Demikianlah umat Buddha menyebut Tuhan-nya. Umat buddha itulah yang menurut jumhur ulama paling memper dan diduga paling pas diberi nama kesayangan sebagai kaum Sabi'un. Tapi beberapa ulama ada yang punya pendapat yang lebih luas. Bahwa Kaum Sabi'un, boleh jadi adalah penganut agama2 yang ada di luar Yahudi, Nashara, Islam dan Buddha. Boleh jadi Hindu, agama Jawa, agama kalimantan, agama Afrika termasuk juga kaum Sabi'un. Allahu a'lam (hanya Allah yang tahu).
Jadi surga bukan monopoli muslim. Bahkan Islam adalah satu2nya agama yang MENJAMIN penganutnya PASTI masuk neraka, bila imannya bengkok dan kelakuannya mbencoleng. Mbuh sampeyan ponakannya Nabi, nak ndulur-e kyai besar, mereka semua ndak bisa jadi avalis. Intinya, ada 2 pringsip tadi, yaitu pertama, semua orang kudu bener arah tujuannya yaitu menuju Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, mlakune aja menceng, kudu bener pula jalan hidup (cara, laku, aturan, srengat) yang ditempuhnya. Itupun dilakoni seumur hidupnya. Nek gek lali njuk nyasar, ndang balio marang dalan sing bener.
Jadi, kita semua, para penganut agama2 adalah bersaudara. Abdi dari Tuhan Yang Satu. Semua berpeloang masuk sorga asal manut 2 pringsip. Ndak perlu rebutan bener. Dalami dan kritisi kitab suci-mu, temukan hakikatnya, lalu hiduplah manut petunjuk dalem kitab-mu.
Logis, ndak ?
Selasa, 12 Juli 2016
NGAJI SORE. NIAT, RASA RUMANGSA IKU BARANG GHOIB
Ndak bisa dihukumi atau distatement bener apa ora
Murid : "Pak Guru, kaluk orang nyolong, tapi niatnya baik, yaitu buat menolong orang lain, njuk hukumnya apa ?"
Murid : "Pak Guru, kaluk orang nyolong, tapi niatnya baik, yaitu buat menolong orang lain, njuk hukumnya apa ?"
Pak Guru : "Yang namanya pengadilan, hanya bisa menghukumi hal-hal
yang terlihat. Yang namanya barang bukti, adalah bukti material, foto,
dokumen, rekaman dst. Soal niat, wegah, wedi, aras2en, purak2 dst itu
barang ghoib, tersimpan dalem hati. Jadi ndak bisa dihukumi. Ghoib iku
barang sing ora katon. Selain conto2 mau, uga jin, setan, demit lan
genderuwaow. Nek pelaku kejahatan ngomong olehe berbuat mateni merga
dikongkon setan, ya sing dihukum pelaku kuwi dudu setan-e, he he he."
Murid : "Njuk bila ada selebriti, pembawa acara kondang bilang, bahwa wanita muslim tak harus berhijab. Dia juga berkata, bahwa hijabnya ada di hatinya. Kira2 hukumnya gimana ya, Pak Guru ?
Pak Guru : "Ya sami mawon muridku yg cerdas. Hati orang mana tahu, tenanan, enda kusuma utawa ndobis. Hijab hukumnya udah jelas. Tersurat di dalem al Qur'an, Surah (Chapter) an Nur (The Light), verse 31, yang bermakna : And tell the believing women to reduce [some] of their vision and guard their private parts and not expose their adornment except that which [necessarily] appears thereof and TO WRAP [a portion of] their headcovers over their chests and not expose their adornment except to their husbands, their fathers, their husbands' fathers, their sons, their husbands' sons, their brothers, their brothers' sons, their sisters' sons, their women, that which their right hands possess, or those male attendants having no physical desire, or children who are not yet aware of the private aspects of women. And let them not stamp their feet to make known what they conceal of their adornment. And turn to Allah in repentance, all of you, O believers, that you might succeed."
Murid : "Waah, Pak Guru trendy, pakek bahasa Inggeris. Kereen. Njuk kaluk lembaga KPK ndak menerusken audit investigasi BPK ke pengadilan, gara2 ndak menemukan niat buruk, hukumnya apa dong ? Njuk Mbak Najwa Shihab mengataken, bahwa perempuan muslim ndak perlu berhijab, karena dia misalnya, rumangsa bahwa hatinya sudah berhijab gimana, Pak Guru ?
Pak Guru : "Muridku yang pinteer, penjelasan sudah aku berikan. Silahken ditarik kesimpulan sendiri. Ben tambah pinter."
Murid : "Njuk brartii ? KPK pakek metode KIRA2, ya ? Mbak Najwa Shihab pakek metode Ge eR ? Mekaten nggih, Pak Guru ?
Pak Guru : "As embuh, simpulna dewe.."
Murid : "Jadii, brartii, BPK itu bener apa salah ?"
Pak Guru : "Duhai muridku yg suka ber-purak2. Ini pengajian agama, bukan diskusi politik."
Murid : "Njuk bila ada selebriti, pembawa acara kondang bilang, bahwa wanita muslim tak harus berhijab. Dia juga berkata, bahwa hijabnya ada di hatinya. Kira2 hukumnya gimana ya, Pak Guru ?
Pak Guru : "Ya sami mawon muridku yg cerdas. Hati orang mana tahu, tenanan, enda kusuma utawa ndobis. Hijab hukumnya udah jelas. Tersurat di dalem al Qur'an, Surah (Chapter) an Nur (The Light), verse 31, yang bermakna : And tell the believing women to reduce [some] of their vision and guard their private parts and not expose their adornment except that which [necessarily] appears thereof and TO WRAP [a portion of] their headcovers over their chests and not expose their adornment except to their husbands, their fathers, their husbands' fathers, their sons, their husbands' sons, their brothers, their brothers' sons, their sisters' sons, their women, that which their right hands possess, or those male attendants having no physical desire, or children who are not yet aware of the private aspects of women. And let them not stamp their feet to make known what they conceal of their adornment. And turn to Allah in repentance, all of you, O believers, that you might succeed."
Murid : "Waah, Pak Guru trendy, pakek bahasa Inggeris. Kereen. Njuk kaluk lembaga KPK ndak menerusken audit investigasi BPK ke pengadilan, gara2 ndak menemukan niat buruk, hukumnya apa dong ? Njuk Mbak Najwa Shihab mengataken, bahwa perempuan muslim ndak perlu berhijab, karena dia misalnya, rumangsa bahwa hatinya sudah berhijab gimana, Pak Guru ?
Pak Guru : "Muridku yang pinteer, penjelasan sudah aku berikan. Silahken ditarik kesimpulan sendiri. Ben tambah pinter."
Murid : "Njuk brartii ? KPK pakek metode KIRA2, ya ? Mbak Najwa Shihab pakek metode Ge eR ? Mekaten nggih, Pak Guru ?
Pak Guru : "As embuh, simpulna dewe.."
Murid : "Jadii, brartii, BPK itu bener apa salah ?"
Pak Guru : "Duhai muridku yg suka ber-purak2. Ini pengajian agama, bukan diskusi politik."
SILAHKEN BER-SU'U DZON ATAU KHUSNU DZON PADA FADLI ZON
Fadzi Zon memang salah. Kasusnya bukan mega korupsi, tapi pada aspek etika. Terlalu sepele untuk diributkan netizen ilmuwan non pengangguran. Terlalu naif pula untuk dianggep layak bertengger terlalu lama sebagai headline pada media anu, .
Masih lebih ilmiah berita2 heboh yg senyap. Kasus pembelian tanah2 DKI yg melibatkan tokoh suci yang tak pernah salah dan amat cekatan ber-cuci tangan bila mulai tercium. Yang salah temtu kaluk ndak DPR BAJINGAN ya PNS KORUP tinggalan Foke.
Masih lebih julig, telaah soal TEMAN TOKOH SUCI yang fungsinya utamanya adalah buat KAMPANYE NON SCHEDULED. Ada lagi kasus KPK LUCU yg MENGHAKIMI DAN MENGHUKUMI kasus di luar pengadilan dengan asaz ghoib, yaitu NIAT. Sedangkan buat membuktikan adanya niat yang ghoib itu dibutuhkan dokumen bukti MATERIAL (non ghoib).
Jangan lihat Fadzi
Zon-nya, jangan pula ber- Su'u-dzon atau ber khusnu-dzon pada Fadli zon.
Tapi sekarang ini sudah tahun2 menjelang PilPres. Kudu ada kampanye,
framing, penggiringan opini, bolone SIAPA yang ternyata ndak STAND ON
THE RIGHT SIDE.
MACET NANG MBREBES
Pak Dhe Karsun tek tilpun jam 8 esuk. Ana kabar deweke kejebak macet nang Brebes.
Inyong : "Rika siki nang endi, Pak Dhe Karsun."
Pak Dhe Karsun : "Wah nyong kejebak macet nang tol Pejagan-Brebes, Tong. Jan nembe kiye nyong weruh ana mobil melur kaya kiye."
Jam 12.00 tek tilpun maning. Melas temen duwe Pak Dhe wis sepuh,
kuwatir ari kenang apa-apa. Bengek- e kumat mbuh apa. maklum udara dalan
macet akeh mengandung karbon mono oksida.
Inyong : "Pimen Pak Dhe, rika esih nang Brebes."
Pak Dhe Karsun : :Ya, esih ow. Rika wis tekan Megelang ?"
Inyong : "Wis Pak Dhe. Siki nyong wis nang umah agi medang jahe. Ya wis, andum slamet, Pak Dhe. Muga2 lancar".
Jam 19.30 sore, bubar sholat maghrib, Pak Dhe tek tilpun maning.
Inyong : :Pimen, Pak Dhe. Rika esih nang Brebes."
Pak Dhe Karsun : "Bujubuset, kiye bocah. Ko bola bali bola takon esih nang Brebes, esih nang Brebes. Ya mesti bae esih ow. Nyong umahe nang Kampung Saditan Brebes. Rika wis klalen apa ? Wis anjog umah kawit mau jam sanga esuk."
Inyong : "Oooo, sokurlah, tek kira rika agi kumat bengekke nang jalan tol."
Pak Dhe Karsun : "Bocah gemblung.Rika aja nganggep nyong wis tuwa tur lemah temen ow. Tuwa2 kaya kiye, nek bengi karo Bu Dhe, nyong esih bisa munggah ping pindho lho, Tong."
-------------------------------------
melur = mobil deret-deret dawaa banget, kaya2 ora nana pedhot-e.
Inyong : "Pimen Pak Dhe, rika esih nang Brebes."
Pak Dhe Karsun : :Ya, esih ow. Rika wis tekan Megelang ?"
Inyong : "Wis Pak Dhe. Siki nyong wis nang umah agi medang jahe. Ya wis, andum slamet, Pak Dhe. Muga2 lancar".
Jam 19.30 sore, bubar sholat maghrib, Pak Dhe tek tilpun maning.
Inyong : :Pimen, Pak Dhe. Rika esih nang Brebes."
Pak Dhe Karsun : "Bujubuset, kiye bocah. Ko bola bali bola takon esih nang Brebes, esih nang Brebes. Ya mesti bae esih ow. Nyong umahe nang Kampung Saditan Brebes. Rika wis klalen apa ? Wis anjog umah kawit mau jam sanga esuk."
Inyong : "Oooo, sokurlah, tek kira rika agi kumat bengekke nang jalan tol."
Pak Dhe Karsun : "Bocah gemblung.Rika aja nganggep nyong wis tuwa tur lemah temen ow. Tuwa2 kaya kiye, nek bengi karo Bu Dhe, nyong esih bisa munggah ping pindho lho, Tong."
-------------------------------------
melur = mobil deret-deret dawaa banget, kaya2 ora nana pedhot-e.
PAGELARAN SENDRATARI SOTO
Dalam pagelaran Sendratari Mahakarya Soto, sebetulnya hanya ada 2 aktor utama. yaitu nasi dan kuah soto. Bila sudah ada kuah dan nasi, ibarat kate ibadah sholat, soto itu sudah sah memenuhi rukun wajibnya. Tapi bila hanya ada aktor utama, tanpa figuran, maka ceritanya jadi terasa lengang dan kurang nendang.
Di jagad soto, bila aktor Kuah terlalu dominan, artinya, jangankan nasi, sang aktor utama, para figuran-pun terlihat kelelep, maka dikatakan sotonya komber2, kebanyakan kuah, terlalu angkatan laut, cenderung ber-matra air. Njuk si pemakan soto bisa kuciwa, karena serasa bukan sedang dhahar tapi baru menikmati minum wedang gurih.
Sedangkan bila aktor Nasi yang terlalu dominan, maka sotonya akan
terasa seret, terlalu kostrad, lebih bermatra darat. Ndak jelas ini soto
ataukah rames minimalis. Mangkanya perpaduan yin dan yang, maskulin dan
feminim, nasi dan kuah kudu seimbang. Di titik keseimbangan pas itulah
semangkuk soto mulai terasa nikmat.
Tapi ternyata ceritanya masih terasa kurang seru, bila tak disertai aktor figuran, seperti so'un, seledri, loncang, suwiran (fillet) daging dll. Aktor2 figuran ini selain berfungsi menambah keaneka-ragaman hayati sekaligus menjadi suprise ketika setiap kali orang menyerok soto pakai sendok bebek, dia menemukan barang2 menarik dan enak..
Sroto Sokaraja, Banyumas, menambahkan figuran berupa kerupuk warna-warni, serta kacang goreng. Ada surprise ketika menyeruput kuah daging sapi, mendadak mulut menemukan kerupuk kriuk dan kacang yang rasanya meledak di mulut.
Soto Kudus tampil anggun dengan keseimbangan matra darat dan air. Tampilannya rame, disamping aktor utama, itu mangkok terlihat full of aktor figuran. Ada kecambah, daging ayam, seledri, berambang goreng, so'un dst. Malahan ada aktor figuran yg keep out of the ring, seperti sate ayam, sate kerang, perkedel kentang, tempe goreng, jeruk nipis dan sambal.
Soto betawi menampilkan figuran mantap berupa jerohan sapi.
Dalam sendratari soto, aktor utama saja tak cukup. Figuran2 amat perlu ditampilkan. Matra darat dan air juga kudu pas keseimbangan volumenya. Yin dan Yang mestinya seimbang.
Tapi ternyata ceritanya masih terasa kurang seru, bila tak disertai aktor figuran, seperti so'un, seledri, loncang, suwiran (fillet) daging dll. Aktor2 figuran ini selain berfungsi menambah keaneka-ragaman hayati sekaligus menjadi suprise ketika setiap kali orang menyerok soto pakai sendok bebek, dia menemukan barang2 menarik dan enak..
Sroto Sokaraja, Banyumas, menambahkan figuran berupa kerupuk warna-warni, serta kacang goreng. Ada surprise ketika menyeruput kuah daging sapi, mendadak mulut menemukan kerupuk kriuk dan kacang yang rasanya meledak di mulut.
Soto Kudus tampil anggun dengan keseimbangan matra darat dan air. Tampilannya rame, disamping aktor utama, itu mangkok terlihat full of aktor figuran. Ada kecambah, daging ayam, seledri, berambang goreng, so'un dst. Malahan ada aktor figuran yg keep out of the ring, seperti sate ayam, sate kerang, perkedel kentang, tempe goreng, jeruk nipis dan sambal.
Soto betawi menampilkan figuran mantap berupa jerohan sapi.
Dalam sendratari soto, aktor utama saja tak cukup. Figuran2 amat perlu ditampilkan. Matra darat dan air juga kudu pas keseimbangan volumenya. Yin dan Yang mestinya seimbang.
Selasa, 12 April 2016
RADEN JANAKA ATAWA BUTA IJO ?
Itu hanya peran dalam drama 5 menitan
Rekayasa sosial, pemberdayaan masyarakat dalam bentuk rembugan antar manusia yang memanusiakan, selayaknya diterapkan dalam proses pembangunan. Ibarat keluarga, Kepala Daerah adalah bapak, pengayom, pelindung dan pemakmur masyarakat.
Dia bukan maha raja diraja lalim a la Fir'aun yang dulu begitu berkuasa dan menentukan mati hidupnya rahayat kecil. Tapi kini setelah perannya sebagai pemain utama berakhir, dia sekarang menjadi kayak properti jazad kering.
Rekayasa sosial, pemberdayaan masyarakat dalam bentuk rembugan antar manusia yang memanusiakan, selayaknya diterapkan dalam proses pembangunan. Ibarat keluarga, Kepala Daerah adalah bapak, pengayom, pelindung dan pemakmur masyarakat.
Dia bukan maha raja diraja lalim a la Fir'aun yang dulu begitu berkuasa dan menentukan mati hidupnya rahayat kecil. Tapi kini setelah perannya sebagai pemain utama berakhir, dia sekarang menjadi kayak properti jazad kering.
Dalam rembugan itu, masing2 menyepakati betapa mulianya tujuan bersama
guna meraih kebaikan lahir bathin, dunia dan akhirat. Apa saja yang
menjadi perhatian, harapan dan kecemasan, dicermati dengan arif. Lalu
secara bersama dan egaliter, disusun goalnya, targetnya, indikator
penilaian keberhasilan, langkah2 kerjanya, juga sanksi atas pelanggaran
kesepakatan. Bila kelak terjadi pelanggaran, maka akan amat jelas,
langkah2 damai, sareh yang bakal dijalani oleh kedua belah pihak dengan
suka rela. Pada hakikatnya, rakyat adalah manusia, bukan kumpulan
serigala buas. Begitu pula pemimpinnya.
Dengan cara2 seperti ini, maka Kepala Daerah akan mampu menyelesaikan pekerjaan sulit tanpa gelutan dengan masyarakat yang dipimpinnya. Dia juga akan waspada, bahwa dhapukannya sebagai Janaka yang berpotensi melenceng jadi Buta Ijo, hanya sebatas drama 1 episode berdurasi 5 menit.
Dengan cara2 seperti ini, maka Kepala Daerah akan mampu menyelesaikan pekerjaan sulit tanpa gelutan dengan masyarakat yang dipimpinnya. Dia juga akan waspada, bahwa dhapukannya sebagai Janaka yang berpotensi melenceng jadi Buta Ijo, hanya sebatas drama 1 episode berdurasi 5 menit.
SI CANTIK DIJERAT LALU DIJUAL KE PIHAK A SING DAN A SENG
NYEBAL DARI PAKEM PROF. SOPOIKU
kisah cinta berbasis pencitraan berakhir sedih
Komikus jadul SOPOIKU, menciptakan komik berkisah kocak. Trick abadinya, dipakai oleh banyak pihak, baik wong goblog, wong pinter maupun wong ngawur, dari jaman awalin sampai akhirin.
kisah cinta berbasis pencitraan berakhir sedih
Komikus jadul SOPOIKU, menciptakan komik berkisah kocak. Trick abadinya, dipakai oleh banyak pihak, baik wong goblog, wong pinter maupun wong ngawur, dari jaman awalin sampai akhirin.
Yang paling tersohor ialah cerita seorang pemuda jomblo yang ingin
menggaet simpati seorang wanita cuantik. Pemuda jomblo membayar temannya
untuk purak2 mencopet si cantik. Lalu, seolah tanpa sengaja, muncullah
sang pahlawan, yang tak lain dan tak bukan, adalah pemuda jomblo itu.
Sang Pahlawan berduel melawan pencopet. Pencopet kalah dan lari tunggang
langgang. Si cantik amat terkesan dengan ke-gentleman-an pemuda jomblo.
Mereka saling jatuh cinta, pacaran, menikah dan hidup bahagia ever
after.
Di zaman akhir, trick itu dikenal sebagai modus pencitraan. Tapi ternyata di zaman edan ini, jebul para aktornya banyak yang nyebal dari pakem Prof Sopoiku. Teman bayaran si jomblo kurang puas dengan nilai honornya, lalu berkoar-koar di seribu media, membongkar tipuan kotor pemuda jomblo. Atau si gadis yang lama2 mudeng lalu merasa bahwa sang pahlawan tak lebih dari pemuda pahpoh, petugas partai yang cuma bisa cengengesan. Dia bukan Arjuna Lelananging Jagad. Bukan problem solver, bukan pendamai hati apalagi true lover.
Yang paling sadis adalah, kenyataan bahwa sang pahlawan ternyata seorang mucikari besar. Dia yang sedang mencari korbannya dengan berbagai modus untuk dijual ke pihak Asing dan A Seng.
Di zaman akhir, trick itu dikenal sebagai modus pencitraan. Tapi ternyata di zaman edan ini, jebul para aktornya banyak yang nyebal dari pakem Prof Sopoiku. Teman bayaran si jomblo kurang puas dengan nilai honornya, lalu berkoar-koar di seribu media, membongkar tipuan kotor pemuda jomblo. Atau si gadis yang lama2 mudeng lalu merasa bahwa sang pahlawan tak lebih dari pemuda pahpoh, petugas partai yang cuma bisa cengengesan. Dia bukan Arjuna Lelananging Jagad. Bukan problem solver, bukan pendamai hati apalagi true lover.
Yang paling sadis adalah, kenyataan bahwa sang pahlawan ternyata seorang mucikari besar. Dia yang sedang mencari korbannya dengan berbagai modus untuk dijual ke pihak Asing dan A Seng.
Jumat, 01 April 2016
RETORIKA DOBOL KURO
AKU TAK BUTUH SORGA dan TAK TAKUT NORAKA
Serang mahasiswa fakultas teknik nuklir yang relijius tapi logis, mulai demen masuk ke pola pikir sufi. Kepada rekan2nya, dikatakan bahwa kebanyakan orang beragama dengan pola mirip budak atau pedagang. Katanya : “Ada sedherek yang mau beribadah, gara2 kepincut di-iming2-i benefit profit berupa pahala. Entah berupa surga yang "tajri min tahtihal anhaar" (yang mengalir sungai-sungai di bawahnya), yang ada bidadari yang huayu-ayu kayak Rumana. Lha disitu itu, kita "kholidiina fiiha abadaa" (berdiam disana sak jeg-nya alias abadi).
Atawa minimal dapet alam kubur yang nyaman dan luas kayak Pantai Gili Trawangan, Lombok. Inilah mindset beragama bertype bisnis, sodara-sodara”
Lalu dia meneruskan paparan ilmiahnya : “Ada lagi Kyai yang penakutnya setengah modiar kayak budak goblog. Takut melanggar larangan Tuhan, gara2 dia ngeper bila diguebugi di alam akhir(at). Takut kisinan di alam sana, kuatir kaluk tetangga2nya yang goblog2, yang dulu sering dikualiahi jebul surganya amat keren, sementara dia thenger2 di pojokan neraka. Naah, inilah pola beragama dengan type budak.”
Lalu dengan menata wajah tersenyum bijak a la dermawan, ia berkata : “Kalau aku, aku tak butuh syurga dan neraka. Aku beragama dengan logika dan kerenanya bisa terasa eklas.”
Setelah berkata begitu, ujug2 dia njenggirat sambil melihat jam tangannya : “Hwaduh, ini udah jam 8.45, nanti jam 9.00 saya ada tentamen. Dosen ngendika, bahwa ini tentamen strategis. Hambok mahasiswa paham bin ahli, nek tentamennya entuk F ya tetep ora lulus. Nek tentamen-nya oleh A atau B, wis ora usah ikut ujian, sudah tak anggep lulus cum laude. Sik ya para kanca, aku tak melu tentamen ndisik. Eman2 nek ora lulus. Semalem gue ndak tidur, gara2 nggethu belajar buat menghadapi tentamen ini, jee.”
Ternyata, filosof jempolan yang tak butuh syurga dan tak takut noraka, masih amat butuh butuh benefit profit berupa nilai A atau B kayak bisnis-men dan takut setengah modiar bila ndak lulus, kayak budak.
Serang mahasiswa fakultas teknik nuklir yang relijius tapi logis, mulai demen masuk ke pola pikir sufi. Kepada rekan2nya, dikatakan bahwa kebanyakan orang beragama dengan pola mirip budak atau pedagang. Katanya : “Ada sedherek yang mau beribadah, gara2 kepincut di-iming2-i benefit profit berupa pahala. Entah berupa surga yang "tajri min tahtihal anhaar" (yang mengalir sungai-sungai di bawahnya), yang ada bidadari yang huayu-ayu kayak Rumana. Lha disitu itu, kita "kholidiina fiiha abadaa" (berdiam disana sak jeg-nya alias abadi).
Atawa minimal dapet alam kubur yang nyaman dan luas kayak Pantai Gili Trawangan, Lombok. Inilah mindset beragama bertype bisnis, sodara-sodara”
Lalu dia meneruskan paparan ilmiahnya : “Ada lagi Kyai yang penakutnya setengah modiar kayak budak goblog. Takut melanggar larangan Tuhan, gara2 dia ngeper bila diguebugi di alam akhir(at). Takut kisinan di alam sana, kuatir kaluk tetangga2nya yang goblog2, yang dulu sering dikualiahi jebul surganya amat keren, sementara dia thenger2 di pojokan neraka. Naah, inilah pola beragama dengan type budak.”
Lalu dengan menata wajah tersenyum bijak a la dermawan, ia berkata : “Kalau aku, aku tak butuh syurga dan neraka. Aku beragama dengan logika dan kerenanya bisa terasa eklas.”
Setelah berkata begitu, ujug2 dia njenggirat sambil melihat jam tangannya : “Hwaduh, ini udah jam 8.45, nanti jam 9.00 saya ada tentamen. Dosen ngendika, bahwa ini tentamen strategis. Hambok mahasiswa paham bin ahli, nek tentamennya entuk F ya tetep ora lulus. Nek tentamen-nya oleh A atau B, wis ora usah ikut ujian, sudah tak anggep lulus cum laude. Sik ya para kanca, aku tak melu tentamen ndisik. Eman2 nek ora lulus. Semalem gue ndak tidur, gara2 nggethu belajar buat menghadapi tentamen ini, jee.”
Ternyata, filosof jempolan yang tak butuh syurga dan tak takut noraka, masih amat butuh butuh benefit profit berupa nilai A atau B kayak bisnis-men dan takut setengah modiar bila ndak lulus, kayak budak.
Kamis, 24 Maret 2016
ESUK DELE SORE TEMPE SEMANGIT
Seorang hakim memutuskan perkara yang menyeret pengusaha dalam
peristiwa pembakaran hutan sekian ratus hektar. Tidak Aneh bin Tidak
Ajaib, si tertuduh ternyata bebas. Alasannya juga bikin orang ketawa
sambil muntah. Kata hakim : “Tuduhan merusak alam gak terbukti babar
bliass. Karena itu puhun2 di hutan hambok didiemin aje, lama2 toh
bakalan arwana (=thukul) sendiri. Mosok bisa se, kon arep membunuh alam
yang punyak ajian Rawarontek ? Piye wae tetep gak isoh !” Indone Sini
marah. Seluruh posting FB dipenuhi tulisan goblog yang gegap gempita dan heroik :
"LEMBAGA PENG-ADIL-AN gombal. Tak bisa dipercaya. Khianat. Seret
hakimnya ke mahkamah kehormatan. Pecat ! Santhet ! Teroris ! "
Pada kasus itu, lembaga PENG-ADIL-AN telah dianggep goblog, disingkang-singkang lalu
mendapat cap sebagai forum silaturahim naatsional kaum begundal.
Pada suatu kutika nyang laen, seorang pejabat idola masyarakat, tiba2 diduga terlibat kasus penggelapan. Lembaga Auditor Negara bertindak melakuken pemeriksaan. Semula bersifat audit-keuangan, tapi lama-lama naik status kegawatannya menjadi audit-investigasi. Negara diduga menderita kerugian sekian ratus milyard. Lembaga itu-pun lalu meneruskan hasil audit-nya ke lembaga anti rasuah idola, yaitu Komisi Anu.
Kata mereka dengan goblognya : “Idola-ku tak mungkin bersalah. Beliau orang suci. Kita tidak bisa mem-vonis seseorang sebelum ada proses peradilan yang sah dan resmi. Dilapurken ke Komisi Anu belum sebuah keputusan. Komisi Anu bisa saja salah. Lembaga auditor diperalat parte pulitik. Masih ada proses peradilan yang akan membuktikan salah tidaknya. Percayakan prosesnya pada LEMBAGA PENG-ADIL-AN. Biarlah pengadilan yang menentuken, apakah beliaow itu salah off tidak.”
Pada kasus itu, masyarakat goblog yang tadinya alergi dengan lembaga PENG-ADIL-AN, kini berbalik tambah goblog dan menaruh harapan baik padanya. Lembaga itu ujug2 menjadi lembaga tersayang. Karena mampu menjadi tudung, aling2, legitimator ketidak-bersalahan tokoh idola.
(pantesan, sekarang banyak pemuda goblog ingkar janji. ternyata the spirit of "esuk dele sore tempe bosok" memang baru usum).
Pada suatu kutika nyang laen, seorang pejabat idola masyarakat, tiba2 diduga terlibat kasus penggelapan. Lembaga Auditor Negara bertindak melakuken pemeriksaan. Semula bersifat audit-keuangan, tapi lama-lama naik status kegawatannya menjadi audit-investigasi. Negara diduga menderita kerugian sekian ratus milyard. Lembaga itu-pun lalu meneruskan hasil audit-nya ke lembaga anti rasuah idola, yaitu Komisi Anu.
Kata mereka dengan goblognya : “Idola-ku tak mungkin bersalah. Beliau orang suci. Kita tidak bisa mem-vonis seseorang sebelum ada proses peradilan yang sah dan resmi. Dilapurken ke Komisi Anu belum sebuah keputusan. Komisi Anu bisa saja salah. Lembaga auditor diperalat parte pulitik. Masih ada proses peradilan yang akan membuktikan salah tidaknya. Percayakan prosesnya pada LEMBAGA PENG-ADIL-AN. Biarlah pengadilan yang menentuken, apakah beliaow itu salah off tidak.”
Pada kasus itu, masyarakat goblog yang tadinya alergi dengan lembaga PENG-ADIL-AN, kini berbalik tambah goblog dan menaruh harapan baik padanya. Lembaga itu ujug2 menjadi lembaga tersayang. Karena mampu menjadi tudung, aling2, legitimator ketidak-bersalahan tokoh idola.
(pantesan, sekarang banyak pemuda goblog ingkar janji. ternyata the spirit of "esuk dele sore tempe bosok" memang baru usum).
Rabu, 23 Maret 2016
WONG UDAN BAE ANA BLEDEG-E
Di satu pasar tradisional, di Republik Demokratik Pang-Inyong-an Tegal, ada mbok bakul (penjual), yang istirahat kerna capek sebab seharian memanggul tenggok dagangan. Tenggok diletakkan, lalu Beliau ngulet (menggeliat). Tiba2 ada rasa pengin pipis. lalu dia berdiri mojok di sudut bangunan, dekat kontainer sampah. Setelah dirasa aman, tak ada yang melihat, lalu kainnya (jaritnya) dicincing, berdiri sembari merenggangkan kakinya. Dia pipis dengan nyamannya. Lalu ada lantunan audio gini : "Serrrr.... kricik-kricik-kricik .... duuut !"
Ternyata, didekatnya, dibalik kontainer, ada petugas sampah lagi jonggok sambil membetulklan sapu lidinya. Si petugas njenggirat mendengar suara "duuut", lalu dengan goblognya dia memprotes irama musik yang terasa kurang harmonis.
Petugas : "Lho ? Mbegayune, deneng si ko ana suara duut ? Rika pipis sembari ngentut, ya ?"
Mbok Bakul : "Hee, mas ! Rika belih kena protes. Wong agine udan bae, mesti ada suara bledeg-e, apa maning kiye."
Petugas : "Bujubuset, asem. Rika pinter njawab, persis kaya anggota De Pe Er bae."
Ternyata, didekatnya, dibalik kontainer, ada petugas sampah lagi jonggok sambil membetulklan sapu lidinya. Si petugas njenggirat mendengar suara "duuut", lalu dengan goblognya dia memprotes irama musik yang terasa kurang harmonis.
Petugas : "Lho ? Mbegayune, deneng si ko ana suara duut ? Rika pipis sembari ngentut, ya ?"
Mbok Bakul : "Hee, mas ! Rika belih kena protes. Wong agine udan bae, mesti ada suara bledeg-e, apa maning kiye."
Petugas : "Bujubuset, asem. Rika pinter njawab, persis kaya anggota De Pe Er bae."
Langganan:
Postingan (Atom)












































