Selasa, 12 Juli 2016

PAGELARAN SENDRATARI SOTO


Dalam pagelaran Sendratari Mahakarya Soto, sebetulnya hanya ada 2 aktor utama. yaitu nasi dan kuah soto. Bila sudah ada kuah dan nasi, ibarat kate ibadah sholat, soto itu sudah sah memenuhi rukun wajibnya. Tapi bila hanya ada aktor utama, tanpa figuran, maka ceritanya jadi terasa lengang dan kurang nendang.



Di jagad soto, bila aktor Kuah terlalu dominan, artinya, jangankan nasi, sang aktor utama, para figuran-pun terlihat kelelep, maka dikatakan sotonya komber2, kebanyakan kuah, terlalu angkatan laut, cenderung ber-matra air. Njuk si pemakan soto bisa kuciwa, karena serasa bukan sedang dhahar tapi baru menikmati minum wedang gurih. 



Sedangkan bila aktor Nasi yang terlalu dominan, maka sotonya akan terasa seret, terlalu kostrad, lebih bermatra darat. Ndak jelas ini soto ataukah rames minimalis. Mangkanya perpaduan yin dan yang, maskulin dan feminim, nasi dan kuah kudu seimbang. Di titik keseimbangan pas itulah semangkuk soto mulai terasa nikmat.

Tapi ternyata ceritanya masih terasa kurang seru, bila tak disertai aktor figuran, seperti so'un, seledri, loncang, suwiran (fillet) daging dll. Aktor2 figuran ini selain berfungsi menambah keaneka-ragaman hayati sekaligus menjadi suprise ketika setiap kali orang menyerok soto pakai sendok bebek, dia menemukan barang2 menarik dan enak..

Sroto Sokaraja, Banyumas, menambahkan figuran berupa kerupuk warna-warni, serta kacang goreng. Ada surprise ketika menyeruput kuah daging sapi, mendadak mulut menemukan kerupuk kriuk dan kacang yang rasanya meledak di mulut.



Soto Kudus tampil anggun dengan keseimbangan matra darat dan air. Tampilannya rame, disamping aktor utama, itu mangkok terlihat full of aktor figuran. Ada kecambah, daging ayam, seledri, berambang goreng, so'un dst. Malahan ada aktor figuran yg keep out of the ring, seperti sate ayam, sate kerang, perkedel kentang, tempe goreng, jeruk nipis dan sambal.



Soto betawi menampilkan figuran mantap berupa jerohan sapi.



Dalam sendratari soto, aktor utama saja tak cukup. Figuran2 amat perlu ditampilkan. Matra darat dan air juga kudu pas keseimbangan volumenya. Yin dan Yang mestinya seimbang.

Selasa, 12 April 2016

RADEN JANAKA ATAWA BUTA IJO ?

Itu hanya peran dalam drama 5 menitan

Rekayasa sosial, pemberdayaan masyarakat dalam bentuk rembugan antar manusia yang memanusiakan, selayaknya diterapkan dalam proses pembangunan. Ibarat keluarga, Kepala Daerah adalah bapak, pengayom, pelindung dan pemakmur masyarakat.



 Dia bukan maha raja diraja lalim a la Fir'aun yang dulu begitu berkuasa dan menentukan mati hidupnya rahayat kecil. Tapi kini setelah perannya sebagai pemain utama berakhir, dia sekarang menjadi kayak properti jazad kering.



Dalam rembugan itu, masing2 menyepakati betapa mulianya tujuan bersama guna meraih kebaikan lahir bathin, dunia dan akhirat. Apa saja yang menjadi perhatian, harapan dan kecemasan, dicermati dengan arif. Lalu secara bersama dan egaliter, disusun goalnya, targetnya, indikator penilaian keberhasilan, langkah2 kerjanya, juga sanksi atas pelanggaran kesepakatan. Bila kelak terjadi pelanggaran, maka akan amat jelas, langkah2 damai, sareh yang bakal dijalani oleh kedua belah pihak dengan suka rela. Pada hakikatnya, rakyat adalah manusia, bukan kumpulan serigala buas. Begitu pula pemimpinnya.



Dengan cara2 seperti ini, maka Kepala Daerah akan mampu menyelesaikan pekerjaan sulit tanpa gelutan dengan masyarakat yang dipimpinnya. Dia juga akan waspada, bahwa dhapukannya sebagai Janaka yang berpotensi melenceng jadi Buta Ijo, hanya sebatas drama 1 episode berdurasi 5 menit.

SI CANTIK DIJERAT LALU DIJUAL KE PIHAK A SING DAN A SENG

NYEBAL DARI PAKEM PROF. SOPOIKU
kisah cinta berbasis pencitraan berakhir sedih

Komikus jadul SOPOIKU, menciptakan komik berkisah kocak. Trick abadinya, dipakai oleh banyak pihak, baik wong goblog, wong pinter maupun wong ngawur, dari jaman awalin sampai akhirin.



Yang paling tersohor ialah cerita seorang pemuda jomblo yang ingin menggaet simpati seorang wanita cuantik. Pemuda jomblo membayar temannya untuk purak2 mencopet si cantik. Lalu, seolah tanpa sengaja, muncullah sang pahlawan, yang tak lain dan tak bukan, adalah pemuda jomblo itu. Sang Pahlawan berduel melawan pencopet. Pencopet kalah dan lari tunggang langgang. Si cantik amat terkesan dengan ke-gentleman-an pemuda jomblo. Mereka saling jatuh cinta, pacaran, menikah dan hidup bahagia ever after.



Di zaman akhir, trick itu dikenal sebagai modus pencitraan. Tapi ternyata di zaman edan ini, jebul para aktornya banyak yang nyebal dari pakem Prof Sopoiku. Teman bayaran si jomblo kurang puas dengan nilai honornya, lalu berkoar-koar di seribu media, membongkar tipuan kotor pemuda jomblo. Atau si gadis yang lama2 mudeng lalu merasa bahwa sang pahlawan tak lebih dari pemuda pahpoh, petugas partai yang cuma bisa cengengesan. Dia bukan Arjuna Lelananging Jagad. Bukan problem solver, bukan pendamai hati apalagi true lover.



Yang paling sadis adalah, kenyataan bahwa sang pahlawan ternyata seorang mucikari besar. Dia yang sedang mencari korbannya dengan berbagai modus untuk dijual ke pihak Asing dan A Seng.

Jumat, 01 April 2016

RETORIKA DOBOL KURO

AKU TAK BUTUH SORGA dan TAK TAKUT NORAKA
 
Serang mahasiswa fakultas teknik nuklir yang relijius tapi logis, mulai demen masuk ke pola pikir sufi. Kepada rekan2nya, dikatakan bahwa kebanyakan orang beragama dengan pola mirip budak atau pedagang. Katanya : “Ada sedherek yang mau beribadah, gara2 kepincut di-iming2-i benefit profit berupa pahala. Entah berupa surga yang "tajri min tahtihal anhaar" (yang mengalir sungai-sungai di bawahnya), yang ada bidadari yang huayu-ayu kayak Rumana. Lha disitu itu, kita "kholidiina fiiha abadaa" (berdiam disana sak jeg-nya alias abadi).



Atawa minimal dapet alam kubur yang nyaman dan luas kayak Pantai Gili Trawangan, Lombok. Inilah mindset beragama bertype bisnis, sodara-sodara”



Lalu dia meneruskan paparan ilmiahnya : “Ada lagi Kyai yang penakutnya setengah modiar kayak budak goblog. Takut melanggar larangan Tuhan, gara2 dia ngeper bila diguebugi di alam akhir(at). Takut kisinan di alam sana, kuatir kaluk tetangga2nya yang goblog2, yang dulu sering dikualiahi jebul surganya amat keren, sementara dia thenger2 di pojokan neraka. Naah, inilah pola beragama dengan type budak.”



Lalu dengan menata wajah tersenyum bijak a la dermawan, ia berkata : “Kalau aku, aku tak butuh syurga dan neraka. Aku beragama dengan logika dan kerenanya bisa terasa eklas.”



Setelah berkata begitu, ujug2 dia njenggirat sambil melihat jam tangannya : “Hwaduh, ini udah jam 8.45, nanti jam 9.00 saya ada tentamen. Dosen ngendika, bahwa ini tentamen strategis. Hambok mahasiswa paham bin ahli, nek tentamennya entuk F ya tetep ora lulus. Nek tentamen-nya oleh A atau B, wis ora usah ikut ujian, sudah tak anggep lulus cum laude. Sik ya para kanca, aku tak melu tentamen ndisik. Eman2 nek ora lulus. Semalem gue ndak tidur, gara2 nggethu belajar buat menghadapi tentamen ini, jee.”



Ternyata, filosof jempolan yang tak butuh syurga dan tak takut noraka, masih amat butuh butuh benefit profit berupa nilai A atau B kayak bisnis-men dan takut setengah modiar bila ndak lulus, kayak budak.

Kamis, 24 Maret 2016

ESUK DELE SORE TEMPE SEMANGIT

Seorang hakim memutuskan perkara yang menyeret pengusaha dalam peristiwa pembakaran hutan sekian ratus hektar. Tidak Aneh bin Tidak Ajaib, si tertuduh ternyata bebas. Alasannya juga bikin orang ketawa sambil muntah. Kata hakim : “Tuduhan merusak alam gak terbukti babar bliass. Karena itu puhun2 di hutan hambok didiemin aje, lama2 toh bakalan arwana (=thukul) sendiri. Mosok bisa se, kon arep membunuh alam yang punyak ajian Rawarontek ? Piye wae tetep gak isoh !” Indone Sini marah. Seluruh posting FB dipenuhi tulisan goblog yang gegap gempita dan heroik : "LEMBAGA PENG-ADIL-AN gombal. Tak bisa dipercaya. Khianat. Seret hakimnya ke mahkamah kehormatan. Pecat ! Santhet ! Teroris ! "



Pada kasus itu, lembaga PENG-ADIL-AN telah dianggep goblog, disingkang-singkang lalu mendapat cap sebagai forum silaturahim naatsional kaum begundal.

Pada suatu kutika nyang laen, seorang pejabat idola masyarakat, tiba2 diduga terlibat kasus penggelapan. Lembaga Auditor Negara bertindak melakuken pemeriksaan. Semula bersifat audit-keuangan, tapi lama-lama naik status kegawatannya menjadi audit-investigasi. Negara diduga menderita kerugian sekian ratus milyard. Lembaga itu-pun lalu meneruskan hasil audit-nya ke lembaga anti rasuah idola, yaitu Komisi Anu.



Kata mereka dengan goblognya : “Idola-ku tak mungkin bersalah. Beliau orang suci. Kita tidak bisa mem-vonis seseorang sebelum ada proses peradilan yang sah dan resmi. Dilapurken ke Komisi Anu belum sebuah keputusan. Komisi Anu bisa saja salah. Lembaga auditor diperalat parte pulitik. Masih ada proses peradilan yang akan membuktikan salah tidaknya. Percayakan prosesnya pada LEMBAGA PENG-ADIL-AN. Biarlah pengadilan yang menentuken, apakah beliaow itu salah off tidak.”



Pada kasus itu, masyarakat goblog yang tadinya alergi dengan lembaga PENG-ADIL-AN, kini berbalik tambah goblog dan menaruh harapan baik padanya. Lembaga itu ujug2 menjadi lembaga tersayang. Karena mampu menjadi tudung, aling2, legitimator ketidak-bersalahan tokoh idola.



(pantesan, sekarang banyak pemuda goblog ingkar janji. ternyata the spirit of "esuk dele sore tempe bosok" memang baru usum).

Rabu, 23 Maret 2016

WONG UDAN BAE ANA BLEDEG-E

Di satu pasar tradisional, di Republik Demokratik Pang-Inyong-an Tegal, ada mbok bakul (penjual), yang istirahat kerna capek sebab seharian memanggul tenggok dagangan. Tenggok diletakkan, lalu Beliau ngulet (menggeliat). Tiba2 ada rasa pengin pipis. lalu dia berdiri mojok di sudut bangunan, dekat kontainer sampah. Setelah dirasa aman, tak ada yang melihat, lalu kainnya (jaritnya) dicincing, berdiri sembari merenggangkan kakinya. Dia pipis dengan nyamannya. Lalu ada lantunan audio gini : "Serrrr.... kricik-kricik-kricik .... duuut !"




Ternyata, didekatnya, dibalik kontainer, ada petugas sampah lagi jonggok sambil membetulklan sapu lidinya. Si petugas njenggirat mendengar suara "duuut", lalu dengan goblognya dia memprotes irama musik yang terasa kurang harmonis.

Petugas : "Lho ? Mbegayune, deneng si ko ana suara duut ? Rika pipis sembari ngentut, ya ?"

Mbok Bakul : "Hee, mas ! Rika belih kena protes. Wong agine udan bae, mesti ada suara bledeg-e, apa maning kiye."



Petugas : "Bujubuset, asem. Rika pinter njawab, persis kaya anggota De Pe Er bae."

FABEL PULITIK, kampanye goblog yang mujarab


Seekor ayam jago Inkumben nyalon lagi jadi CaGub. Berbagai upaya dilakukan untuk menaikkan daya coblos. Tilik ndesa, masuk selokan, berkunjung ke komunitas tukang bajay, makan di warteg dan berbagai macem trick pencitraan lainnya serta kampanye terselubung pake duit negara. Demi tujuan baik, cara apapun serasa halal untuk dilakuken. Tujuan menghalalkan cara.

Kali ini, dia melakukan trick goblog yang diluar dugaan ternyata cukup ampuh meraih simpati para ayam pendukungnya. Sekarang, semua babon, kuthuk, dere, ayam jago, ayam etnis Bangkok, etnis Pelung etnis Bekisar, memuja dan melantunkan namanya di setiap kesempatan.



Tahukah kawan, trick goblog apa yang dilakukannya ? Yang amat cocog dengan pendukung goblognya ?

Cagub itu, bekerjasama dengan majalah terbitan luar negeri yang selalu dipandang keren untuk mengabarkan kehebatannya. Yaitu majalahnya kaum Musang, yang di-order-nya buat menobatkan dirinya sebagai Gubernur Terbaik versi masyarakat pemangsa ayam.



Dengan penobatan itu, para ayam pendukungnya jadi percaya, bahwa junjungan idolanya adalah ayam terbaik yang bakal membawa keberkahan dan melindungi bangsa ayam (dari serangan musang).